RSS

Pasar Modal

Pasar Modal

Pengertian dan Definisi

Pasar  modal  sama seperti  pasar pada umumnya,  yaitu  tempat  bertemunya  antara

penjual  dan  pembeli.  Di  pasar  modal,  yang  diperjualbelikan  adalah  modal  berupa

hak pemilikan perusahaan dan surat pernyataan hutang perusahaan. Pembeli modal

adalah   individu   atau   organisasi/lembaga   yang   bersedia   menyisihkan   kelebihan

dananya  untuk  melakukan  kegiatan  yang  menghasilkan  pendapatan  melalui  pasar

modal,  sedangkan  penjual  modal  adalah  perusahaan  yang  memerlukan  modal  atau

tambahan modal untuk keperluan usahanya.

Pengertian pasar modal berdasarkan Keputusan Presiden No. 52 Tahun 1976 tentang

Pasar  Modal  menyebutkan  bahwa  Pasar  Modal  adalah  Bursa  Efek  seperti  yang

dimaksud dalam UU No. 15 Tahun 1952 (Lembaran Negara Tahun 1952 Nomor 67).

Menurut  UU  tersebut,  bursa  adalah  gedung  atau  ruangan  yang  ditetapkan  sebagai

kantor  dan  tempat  kegiatan  perdagangan  efek,  sedangkan  surat  berharga  yang

dikategorikan sebagai efek adalah saham, obligasi, serta surat bukti lainnya yang lazim

dikenal sebagai efek.

Pada   beberapa   literatur   terdapat   bermacam-macam   definisi   pasar   modal.   Pada

pembahasan ini, kita menggunakan definisi pasar modal sebagai berikut :

Pasar  modal  adalah  pasar  yang  dikelola  secara  terorganisir  dengan  aktivitas

perdagangan surat berharga, seperti saham, obligasi, option, warrant, right, dengan

menggunakan jasa perantara, komisioner, dan underwriter.

Jenis Pasar Modal

Dalam  menjalankan  fungsinya,  pasar  modal  dibagi  menjadi  tiga  macam,  yaitu  pasar

perdana, pasar sekunder, dan bursa paralel.

Pasar perdana adalah penjualan perdana efek atau penjualan efek oleh perusahaan

yang  menerbitkan  efek  sebelum  efek  tersebut  dijual  melalui  bursa  efek.  Pada  pasar

perdana, efek dijual dengan harga emisi, sehingga perusahaan yang menerbitkan emisi

hanya memperoleh dana dari penjualan tersebut.

Pasar   sekunder   adalah   penjualan   efek   setelah   penjualan   pada   pasar   perdana

berakhir.  Pada  pasar  sekunder  ini  harga  efek  ditentukan  berdasarkan  kurs  efek

tersebut.  Naik  turunnya  kurs  suatu  efek  ditentukan  oleh  daya  tarik  menarik  antara

permintaan  dan  penawaran  efek  tersebut.  Bagi  efek  yang  dapat  memenuhi  syarat

listing  dapat  menjual  efeknya  di  dalam  bursa  efek,  sedangkan  bagi  efek  yang  tidak

memenuhi syarat listing dapat menjual efeknya di luar bursa efek.

Bursa  paralel  merupakan  pelengkap  bursa  efek  yang  ada.  Bagi  perusahaan  yang

menerbitkan  efek  yang  akan  menjual  efeknya  melalui  bursa  dapat  dilakukan  melalui

bursa paralel. Bursa paralel diselenggarakan oleh Persatuan Perdagangan Uang dan

Efek-efek (PPUE).

BLKL  2  –  Pasar  Modal

Instrumen Pasar Modal

Saham  Salah  satu  efek  yang  pasar  umumnya  dijual  di  pasar  modal  (bursa  efek)

adalah  saham.  Saham  adalah  tanda  penyertaan  modal  pada  suatu  Perseroan

Terbatas (PT).

Manfaat yang diperoleh dari pemilikan saham adalah sebagai berikut :

1.   Deviden : bagian dari keuntungan yang dibagikan kepada pemilik saham.

2.   Capital gain : keuntungan yang diperoleh dari selisih positif harga beli dan harga

jual saham.

3.   Manfaat nonfinansial, yaitu mempunyai hak suara dalam aktivitas perusahaan.

Saham yang diterbitkan emiten ada 2 macam, yaitu saham biasa (common stock)

dan saham istimewa (preffered stock). Perbedaan saham ini berdasarkan pada hak

yang  melekat  pada  saham  tersebut.  Hak  ini  meliputi  hak  atas  menerima  deviden,

memperoleh bagian kekayaan jika perusahaan dilikuidasi setelah dikurangi semua

kewajiban-kewajiban perusahaan.

Ciri-ciri saham istimewa adalah :

1.     Hak utama atas deviden, artinya saham istimewa mempunyai hak terlebih dahulu

dalam hal menerima deviden.

2.     Hak utama atas aktiva perusahaan, artinya dalam hal likuidasi berhak menerima

pembayaran  maksimum  sebesar  nilai  nominal  saham  istimewa  setelah  semua

kewajiban perusahan dilunasi.

3.   Penghasilan tetap, artinya pemegang saham istimewa memperoleh penghasilan

dalam jumlah yang tetap.

4.     Jangka  waktu  yang  tidak  terbatas,  artinya  saham  istimewa  yang  diterbitkan

mempunyai jangka waktu yang tidak terbatas, akan tetapi dengan syarat bahwa

perusahaan  mempunyai  hak  untuk  membeli  kembali  saham  istimewa  tersebut

dengan harga tertentu.

5.     Tidak mempunyai hak suara, artinya pemegang saham istimewa tidak mempunyai

suara dalam RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham).

6.     Saham  istimewa  kumulatif,  artinya  deviden  yang  tidak  dibayarkan  oleh  perusa-

haan  kepada  pemegang  saham  tetap  menjadi  hak  pemegang  saham  istimewa

tersebut.  Jika  suatu  saat  perusahaan  tidak  membagikan  deviden,  maka  pada

periode   yang   lain   jika   perusahaan   tersebut   membagikan   deviden,   maka

perusahaan      harus       membayarkan       deviden       terutang       tersebut       sebelum

membagikannya kepada pemegang saham biasa.

Pada suatu saham terdapat 3 (tiga) macam nilai :

  • Nilai nominal adalah nilai yang tercantum pada saham tersebut.
  • Nilai efektif adalah nilai yang tercantum pada kurs resmi kalau saham tersebut

diperdagangkan di bursa, sedangkan

  • Nilai instrinsik adalah nilai saham pada saat diperdagangkan.

BLKL  2  –  Pasar  Modal                                                                                                                                             2

Pembedaan yang lain mengenai saham adalah :

  • Saham atas nama (register stocks) adalah yang berhak atas nilai saham sesuai

dengan nama yang tercantum dalam saham tersebut.

  • Saham unjuk (bearer stocks) adalah orang yang memiliki (memegang) saham

tersebut.  Saham  unjuk  relatif  lebih  mudah  dipindahtangankan  dibandingkan

dengan saham atas nama.

Obligasi  Obligasi  adalah  surat  pengakuan  hutang  suatu  perusahaan  yang  akan

dibayar   pada   waktu   jatuh   tempo   sebesar   nilai   nominalnya.   Penghasilan   yang

diperoleh dari obligasi berupa tingkat bunga yang akan dibayarkan oleh perusahaan

penerbit obligasi tersebut pada saat jatuh tempo.

  • Obligasi atas unjuk (bearer bonds) berarti pemegang obligasi dianggap sebagai

pemilik atas hak obligasi tersebut.

  • Obligasi atas nama (registered bonds) berarti yang berhak atas sejumlah nilai

uang  atas  obligasi  tersebut  adalah  sesuai  dengan  nama  yang  tertera  pada

obligasi tersebut.

Surat Berharga Lainnya

Selain dari dua jenis efek yang telah diuraikan di atas yang sudah banyak digunakan

sebagai  media  hutang  di  bursa  efek  Indonesia,  terdapat  beberapa  jenis  efek  yang

juga dapat digunakan sebagai media hutang, seperti option, warrant, dan right.

Option  adalah  surat  pernyataan  yang  dikeluarkan  oleh  seseorang/lembaga  (tetapi

bukan  emiten) untuk memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli saham

(call  option)  dan  menjual  saham  (put  option)  pada  harga  yang  telah  ditentukan

sebelumnya.

Warrant adalah surat berharga yang dikeluarkan oleh perusahaan yang memberikan

hak  kepada  pemegangnya  untuk  membeli  saham  perusahaan  dengan  persyaratan

yang telah ditentukan sebelumnya. Persyaratan tersebut biasanya mengenai harga,

jumlah, dan masa berlakunya warrant tersebut.

Right  adalah  surat  yang  diterbitkan  oleh  perusahaan  yang  memberikan  hak  kepada

pemegangnya (pemilik saham biasa) untuk membeli tambahan saham pada penerbitan

saham baru.

BLKL  2  –  Pasar  Modal                                                                                                                                             3

Lembaga yang Terkait dengan Pasar Modal

Pengatur Pasar Modal.  Untuk  menciptakan  mekanisme  pasar  modal  yang  baik

diperlukan suatu lembaga yang mengatur pasar modal tersebut.

Pasar  modal  di  Indonesia  diatur  oleh  suatu  lembaga  pemerintah  disebut  Badan

Pengawas  Pasar  Modal  (BAPEPAM)  atas  nama  Departemen  Keuangan.  Pasar

modal yang ada di Indonesia dikelola oleh swasta, dan oleh pemerintah. Bursa Efek

Jakarta yang beroperasi di Jakarta dikelola oleh BAPEPAM milik pemerintah, Bursa

Efek Surabaya yang beroperasi di Surabaya dikelola oleh PT. Bursa Efek Surabaya

milik swasta, dan Bursa Paralel dikelola oleh Persatuan Pedagang Uang dan Efek-

efek (PPUE).

Instansi Pemerintah. Selain sebagai pengatur pasar modal, pemerintah juga campur

tangan dalam hal-hal tertentu agar pasar modal tersebut dapat berjalan secara efektif

dan efisien. Instansi Pemerintah yang terlibat dalam mekanisme pasar modal adalah

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Departemen Teknis, dan Departemen

Kehakiman.

BKPM memberikan ijin penanaman modal yang meliputi komposisi dan jumlah dana

investasi,  besarnya  modal  dasar,  batas  waktu  penyetoran  modal  dan  komposisi

pemegang  saham.  Departemen  Teknis  memberikan  ijin  usaha  dalam  bidang-bidang

tertentu.  Misalnya  ijin  usaha  perbankan  diberikan  oleh  Departemen  Keuangan  dan

diawasi   langsung   oleh   Bank   Indonesia.   Departemen   Teknis   bagi   perusahaan-

perusahaan  yang  bergerak  di  bidang  perdagangan/distributor  adalah  Departemen

Perdagangan dan Industri.

Lembaga Swasta.   Akuntan   Publik,   Notaris,   Konsultan   Hukum,   Badan   Penilai

(Appraiser),  dan  Konsultan  Efek  (Investment  Advisor).  Akuntan  Publik,  termasuk

akuntan negara di bawah Badan Pemeriksa Keuangan dan Pengawas Pembangunan

(BPKP), berperan sebagai penilai kondisi keuangan perusahaan yang akan go public,

meliputi pemeriksaan laporan keuangan yang dibuat oleh perusahaan sendiri.

Penilaian  akuntan  publik  terhadap  kondisi  keuangan  perusahaan  dinyatakan  dalam

suatu pendapat akuntan tersebut mengenai laporan keuangan perusahaan. Pendapat

tersebut ada 4 macam, yaitu

  • Pendapat WajarTanpa Syarat (Unqualified Opinion),
  • Pendapat Wajar Dengan Syarat (Qualified Opinion),
  • Pendapat Tidak Setuju (Adverse Opinion), dan
  • Laporan Tanpa Pendapat (Diclimer of Opinion).

BLKL  2  –  Pasar  Modal                                                                                                                                             4

Jasa notaris diperlukan terutama untuk melakukan hal-hal sebagai berikut :

1.   Membuat Berita Acara RUPS dan menyusun keputusan-keputusan RUPS.

2.   Meneliti   keabsahan   hal-hal   yang   berkaitan   dengan   penyelenggaraan   RUPS,

misalnya  keabsahan  persiapan  RUPS,  keabsahan  para  pemegang  saham  atas

kuasanya yang menghadiri RUPS, dan menjaga terpenuhinya peserta RUPS yang

disyaratkan dalam anggaran dasar.

3.   Meneliti  atas  perubahan  anggaran  dasar  untuk  menjamin  tidak  bertentangan

dengan  peraturan  dan  perundang-undangan  yang  berlaku  dan  menyesuaikan

pasal-pasal dalam anggaran dasar untuk memenuhi ketentuan pasar modal dalam

rangka melindurgi kepentingan investor, khususnya pemegang saham publik.

Konsultan  Hukum  perperan  memberi  pendapat  dari  segi  hukum  mengenai  suatu

masalah   atau   obyek.   Konsultan   hukum   adalah   pihak   yang   independen   yang

dipercaya, karena keahlian dan integritasnya. Pernyataan konsultan hukum biasanya

berkenaan dengan :

1.   Akte pendirian/Anggaran Dasar perusahaan beserta perusahan-perubahannya.

2.   Penyetoran modal oleh pemegang saham sebelum go public.

3.   Pemilikan ijin usaha.

4.   Status pemilikan atas aktiva perusahaan, terutama pemilikan aktiva tetap.

5.   Perjanjian-perjanjian yang dibuat perusahaan dengan pihak ketiga.

6.   Gugatan atau tuntuan terhadap perusahaan.

Badan  Penilai  (Appraiser)  berfungsi  memberi  penilaian  terhadap  nilai  aktiva  tetap

perusahaan, jika dilakukan revaluasi. Perusahaan yang melakukan revaluasi (penilaian

kembali)  terhadap  aktiva  yang  dimiliki  akan  menaikkan  kekayaannya.  Tambahan

kekayaan yang diperoleh dari surplus revaluasi ini dapat dikapitalisasi (menjadi modal

disetor atau meningkatkan modal disetor), jika sudah memenuhi kewajiban perpajakan

atas surplus tersebut. Surplus revaluasi dikenakan pajak penghasilan, karena surplus

itu dapat meningkatkan kegiatan ekonomis perusahaan. Apabila surplus revaluasi tidak

dinyatakan sebagai modal atau tambahan modal yang disetor, maka surplus ini tidak

dimasukkan dalam neraca, akan tetapi hanya dilampirkan dalam prospektur.

Konsultan   Efek   (Investment   Advisor)   berperan   sebagai   konsultan   bagi   investor

(pemodal).  Konsultan  efek  memberi  jasa  konsultasi  mengenai  dinamika  investasi

terhadap efek dan risiko-risiko yang menyertainya. Konsultan efek dapat juga berperan

sebagai  konsultan  keuangan  bagi  perusahaan  yang  akan  go  public,  memberikan

pendapat yang menyangkut pengelolaan keuangan, meliputi :

1.   Pemilikan sumber dana

2.   Jenis dana yang diperlukan

3.   Struktur modal

4.   Antisipasi harga jual efek di pasar perdana

5.   Hal-hal lain yang berhubungan dengan pengelolaan uang pada umumnya.

BLKL  2  –  Pasar  Modal                                                                                                                                             5

Pelaku dalam Pasar Modal

Perkembangan  suatu  pasar  modal  sangat  bergantung  dari  aktivitas  pelakunya  dan

aktivitas lembaga-lembaga yang terlibat dalam pelaksanaan pasar modal tersebut.

Emiten adalah perusahaan yang menjual pemilikannya kepada masyarakat (go public).

Ada beberapa tujuan suatu perusahaan yang go public, yaitu :

1.   memperoleh tambahan dana yang digunakan dalam perluasan usaha

2.   mengubah/memperbaiki komposisi modal

3.   melakukan pengalihan pemegang saham.

Investor  (pemodal)  adalah  badan  atau  perorangan  yang  membeli  pemilikan  suatu

perusahaan  go  public.  Dalam  suatu  perusahaan  yang  go  public,  investor  pertama

adalah pemegang saham pendiri. Sedangkan pemegang saham yang kedua adalah

pemegang saham melalui pembelian saham pada penawaran umum di pasar modal.

  • Pemodal  perorangan  adalah  orang  atau  individu  yang  atas  namanya  sendiri

melakukan penanaman modal (investasi).

  • Pemodal   badan   (lembaga)   adalah   investasi   yang   dilakukan   atas   nama

lembaga, seperti perusahaan, koperasi, yayasan, dana pensiun, dan lain-lain.

Segala  keuntungan  dan  risiko  atas  efek  yang  dibeli  atas  nama  lembaga

merupakan hak dan beban lembaga tersebut.

Lembaga Penunjang berfungsi sebagai penunjang atau pendukung bekerjanya pasar

modal.

  • Penjamin Emisi (underwriter),
  • Penanggung (Guarantor),
  • Wali Amanat (Trustee),
  • Perantara Perdagangan Efek (Broker, Pialang),
  • Pedagang Efek (Dealer),
  • Perusahaan Surat Berharga (Securities Company),
  • Perusahaan Pengelola Dana (invesment Company), dan
  • Biro Administrasi Efek.

Penjamin  Emisi  (Underwriter)  berfungsi  sebagai  penjamin  dalam  penjualan  efek

yang   diterbitkan   oleh   perusahaan   go   public.   Jaminan   yang   dikeluarkan   oleh

penjamin emisi mengandung risiko jika efek  yang dijual tidak Iaku dan sebaliknya

akan  memperoleh  imbalan  jika  Iaku.  Besarnya  imbalan  sesuai  dengan  yang  telah

disepakati  sebelumnya.  Karena  terdapat  risiko  yang  mungkin  diderita  penjamin

emisi, maka biasanya penjamin emisi tidak mutlak menjamin penjualan efek secara

keseluruhan. Ada 4 macam bentuk penjaminan efek oleh penjamin emisi, yaitu Full

Firm Commitment, Best Effort Commitment, Standby Commitment, dan All or None

Commitment.

BLKL  2  –  Pasar  Modal                                                                                                                                             6

Wali Amanat (Trustee) ini hanya diperlukan hanya jika perusahaan menerbitkan efek

alam bentuk obligasi. Lembaga ini akan bertindak sebagai wali si pemberi amanat.

Pemberi  amanat  dalam  penerbitan  obligasi  adalah  investor,  sehingga  wali  amanat

mewakili kepentingan investor. Tugas wali amanat dalam penerbitan obligasi adalah :

1.     Menganalisis kemampuan dan kredibilitas emiten.

2.     Menilai kekayaan emiten yang akan dijadikan jaminan.

3.   Melakukan pengawasan terhadap kekayaan emiten.

4.     Mengikuti  secara  terus  menerus  perkembangan  perusahaan  emiten  dan  jika

diperlukan memberi nasihat kepada emiten.

5.     Melakukan   pemantauan   dan   pengawasan   terhadap   pembayaran   bunga   dan

pinjaman pokok obligasi.

6.     Sebagai Agen Utama Pembayaran.

Perantara  Perdagangan  Efek  (Broker,  Pialang)  adalah  pihak  yang  melakukan  jual

beli efek yang listing di bursa efek. Pialang memperoleh balas jasa dari layanan yang

ia  berikan  kepada  investor.  Layanan  tersebut  berupa  informasi  yang  dibutuhkan

investor   untuk   mengambil   keputusan       dalam   pengelolaan   keuangan   (financial

management).  Badan atau perorangan dapat menjadi perantara perdagangan efek.

Badan  yang  dimaksud  dapat  berbentuk  LKBB,  bank,  atau  badan  hukum  berbentuk

perseroan  terbatas  yang  khusus  bergerak  di  bidang  perantara  perdagangan  efek.

Badan atau perorangan yang ingin beroperasi sebagai perantara perdagangan efek

harus memenuhi syarat bahwa badan atau perorangan tersebut berada di Indonesia,

mempunyai keahlian di bidang perdagangan efek, mempunyai modal disetor minimal

Rp25.000.000,00 dan harus memperoleh ijin Menteri Keuangan Republik Indonesia.

Pedagang  Efek  (Dealer)  melakukan  perdagangan  efek  di  lantai  bursa.  Berbeda

dengan Broker, Pedagang Efek dapat membeli efek atas namanya sendiri, selain itu

juga bisa memberi informasi kepada kleinnya tentang kondisi pasar modal. Walaupun

Pedagang  Efek  ini  juga  dapat  memperjual  belikan  efek  selain  memberi  informasi

kepada  klien,  dalam  praktiknya  ia  harus  mengutamakan  pesanan  kliennya.  Dari

aktivitas perdagangan efek tersebut, Pedagang Efek dimungkinkan untuk memperoleh

keuntungan atau kerugian. Jika harga efek (saham/obligasi) yang ia jual lebih tinggi

dibandingkan  dengan  harga  efek  tersebut  pada  saat  ia  beli,  maka  pedagang  efek

akan memperoleh keuntungan (capital gain) dan apabila harga efek yang ia jual lebih

rendah dibandingkan dengan harga efek tersebut pada saat ia beli, maka pedagang

efek menderita kerugian modal (capital loss).

Perusahaan Surat Berharga (Securities Company) bergerak di bidang perdagangan

efek-efek yang tercatat di bursa efek. Perusahaan Surat Berharga ini didukung oleh

tenaga profesional dalam mekanisasi perdagangan efek, seperti underwriter, broker,

fund management Jadi, perbedaannya dengan Pedagang Efek (Dealer) adalah bahwa

pedagang   efek   mempunyai  aktivitas   jual   beli   efek   dan   memberi   informasi   dan

konsultasi kepada klien saja, sedangkan perusahaan surat berharga tidak hanya itu,

tetapi   juga   menyediakan   jasa   profesional   yang   lain,   seperti   underwriter,   fund

management

BLKL  2  –  Pasar  Modal                                                                                                                                             7

Perusahaan  Pengelola  Dana  (investment  Company)  merupakan  perusahaan  yang

beroperasi  di  pasar  modal  dengan  mengelola  modal  yang  berasal  dari  investor.

Perusahaan pengelola dana mempunyai dua unit yang paling utama, yakni :

  • pengelolaan dana (fund management) dan
  • penyimpanan dana (qustodian).

Pengelola dana memutuskan efek mana yang harus dijual dan efek mana yang harus

dibeli,  setelah  itu  yang  melaksanakan  penjualan  atau  pembelian  adalah  penyimpan

dana (qustodian). Qustodian juga melakukan penagihan bunga dan deviden kepada

emiten.

Biro Administrasi Efek berperan sebagai pihak yang melakukan administrasi yang

berkenaan dengan kepentingan investor dan emiten. Jasa biro ini sangat diperlukan

pada pasar modal yang telah berkembang luas. Ada beberapa kegiatan yang sering

dilakukan Biro Administrasi Efek, di antaranya :

1.   membanfu emiten dan underwriter dalam rangka emisi efek;

2.   melaksanakan   kegiatan   penyimpanan   dan   pengalihan   hak   atas   saham   para

investor;

3.   menyusun   Daftar   Pemegang   Saham   dan   perubahannya   untuk   melakukan

Pembukuan   Pemegang   Saham   (pembuatan   Daftar   Pemegang   Saham)   atas

permintaan emiten;

4.   menyiapkan     korespondensi      emiten      kepada      pemegang      saham,      misalnya

pengumuman  Rapat  Umum  Pemegang  Saham  dan  pengumumam  pembayaran

deviden atas nama emiten.

5.   membuat laporan-laporan bila diminta oleh instansi berweweng, seperti Bapepam.

BLKL  2  –  Pasar  Modal                                                                                                                                             8

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: