RSS

Pengertian akuntansi biaya

06 Okt

PENGERTIAN AKUNTANSI BIAYA

Akuntansi biaya adalah suatu bidang akuntansi yang diperuntukkan bagi proses pelacakan, pencatatan, dan analisa terhadap biaya-biaya yang berhubungan dengan aktivitas suatu organisasi untuk menghasilkan barang atau jasa. Biaya didefinisikan sebagai waktu dan sumber daya yang dibutuhkan dan menurut konvensi diukur dengan satuan mata uang. Penggunaan kata beban adalah pada saat biaya sudah habis terpakai.

Definisi

Pengertian dan Fungsi Akuntansi Biaya menurut beberapa pakar
  • Menurut Schaum

Akuntansi biaya adalah suatu prosedur untuk mencatat dan melaporkan hasil pengukuran dari biaya pembuatan barang atau jasa. Fungsi utama dari Akuntansi Biaya: Melakukan akumulasi biaya untuk penilaian persediaan dan penentuan pendapatan.

  • Menurut Carter dan Usry

Akuntansi biaya adalah penghitungan biaya dengan tujuan untuk aktivitas perencanaan dan pengendalian, perbaikkan kualitas dan efisiensi, serta pembuatan keputusan yang bersifat rutin maupun strategis.

Objek biaya

Objek biaya (cost object) atau tujuan biaya (cost objective)[1] adalah sebagai suatu item atau aktivitas yang biayanya diakumulasi dan diukur. Berikut adalah aktivitas atau item-item yang dapat menjadi objek biaya:

  • Produk, Proses
  • Batch dari unit-unit sejenis , Departemen
  • Pesanan pelanggan, Divisi
  • Kontrak, Proyek
  • Lini produk, Tujuan strategis

Pendekatan akuntansi biaya

Ada tiga pendekatan yang biasa dilakukan untuk akuntansi biaya, yaitu biaya standar (standard costing), biaya berdasarkan kegiatan (activity-based costing), dan biaya berdasarkan hasil (throughput accounting).

Revolusi dalam akuntansi biaya

Akuntansi biaya telah mengalami perubahan yang dramatis, dimana perkembangan sistem komputer hampir menghapuskan pembukuan secara manual. Akuntansi biaya kini telah menjadi kebutuhan nyata dalam semua organisasi termasuk bank, organisasi profesional, serta lembaga pemerintah. Dewasa ini telah banyak perusahaan yang memasang metode pabrikasi produk, perdagangan produk, atau pemberian jasa dengan bantuan komputer. Adanya teknologi ini telah sangat memberikan dampak terhadap akuntansi biaya

Pengajaran dalam akuntansi biaya

Banyak bahan pelajaran yang diajarkan dalam akuntansi biaya, dimana kesemuanya selalu berkaitan dengan biaya-biaya yang mungkin timbul dalam proses produksi. Pembelajaran yang dilakukan dalam akuntansi biaya antara lain mengenai penentuan harga pokok produk: bersama dan sampingan, harga pokok proses, pembiayaan: biaya variabel dan biaya tetap, biaya overhead pabrik, departementalasi biaya overhead, biaya bahan baku, biaya tenaga kerja: langsung dan tidak langsung, pengendalian biaya, serta analisis biaya pemasaran.

Manfaat akuntansi biaya

Akuntansi biaya adalah salah satu cabang akuntansi yang merupakan alat bagi manajemen untuk memonitor dan merekam transaksi biaya secara sistematis, serta menyajikan informasi biaya dalam bentuk laporan biaya. Manfaat biaya adalah menyediakan salah satu informasi yang diperlukan oleh manajemen dalam mengelola perusahaannya, yaitu untuk perencanaan dan pengendalian laba; penentuan harga pokok produk dan jasa; serta bagi pengambilan keputusan oleh manajemen

Keterbatasan dalam sistem akuntansi biaya

Dalam akuntansi biaya juga terdapat beberapa kekurangan yang menyertainya, terutama dalam sistem akuntansi biaya yang telah ketinggalan zaman. Gejala-gejala dari sistem biaya yang ketinggalan zaman diantaranya ialah hasil dari penawaran sulit dijelaskan, harga pesaing nampak lebih rendah sehingga kelihatan tidak masuk akal, produk-produk yang sulit diproduksi menunjukkan laba yang tinggi, manajer operasional berkeinginan menghentikan produk-produk yang kelihatan menguntungkan, marjin laba sulit dijelaskan, pelanggan tidak mengeluh atas biaya naiknya harga, departemen akuntansi menghabiskan banyak waktu hanya untuk memberi data biaya bagi proyek khusus, dan biaya produk berubah karena adanya perubahan peraturan

http://id.wikipedia.org/wiki/Akuntansi_biaya

Manfaat Akuntansi Biaya

Tujuan atau manfaat akuntansi biaya adalah menyediakan salah satu

informasi yang diperlukan oleh manajemen dalam mengelola perusahaan, yaitu

untuk :

1. Perencanaan dan Pengendalian Laba. Akuntansi biaya menyediakan informasi

atau data biaya masa lalu yang diperlukan untuk menyusun perencanaan, dan

selanjutnya atas dasar perencanaan tersebut, biaya dapat dikendalikan dan

akhirnya pengendalian dapat dipakai sebagai umpan balik untuk perbaikan

dimasa yang akan datang.

2. Penentuan Harga Pokok Produk atau Jasa. Penetapan harga pokok akan dapat

membantu dalam :

(a) penilaian persediaan baik persediaan barang jadi maupun

barang dalam proses,

(b) penetapan harga jual terutama harga jual yang

didasarkan kontrak, walaupun tidak selamanya penentuan harga jual

berdasarkan harga pokok,

(c) penetapan laba.

3. Pengambilan Keputusan oleh Manajemen

Klasifikasi Biaya

Akuntansi biaya bertujuan untuk menyajikan informasi biaya yang digunakan

untuk berbagai tujuan, sehingga penggolongan biaya juga didasarkan atas

disesuaikan dengan tujuan tersebut. Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk

menggolongkan biaya diantaranya :

1. Berdasarkan Fungsi Pokok Perusahaan

a. Factory Cost (Biaya Produksi)

1. Biaya Bahan Baku (Direct Material Cost)

2. Biaya Tenaga Kerja Langsung (Direct Labor Cost)

3. Biaya Tidak Langsung (Factory Overhead)

b. Commercial Expense (Operating Expense)

1. Marketing and Selling Expense

2. General & Administration Expense

2002 digitized by USU digital library 2

2. Berdasarkan Periode Akuntansi

a. Capital Expenditure (Pengeluaran Modal). Pengeluaran ini akan memberi

manfaat pada beberapa periode akuntansi. Jenis pengeluaran ini

dikapitalisirdan dicantumkan sebagai harga perolehan. Suatu pengeluaran

dikelompokkan sebagai capital expenditure jika pengeluaran ini memberi

manfaat lebih dari satu periode akuntansi, jumlahnya relatif besar, dan

pengeluaran ini sifatnya tidak rutin.

b. Revenue Expenditure (Pengeluaran Penghasilan). Pengeluaran ini akan

memberi manfaat pada periode akuntansi dimana pengeluaran ini terjadi.

Pengeluaran ini menjadi beban pada periode tersebut, dan dicantumkan

dalam income statement. Suatu pengeluaran dikelompokkan sebagai revenue

expenditure jika pengeluaran tersebut memberi manfaat pada periode

terjadinya pengeluaran tersebut, jumlahnya relatif kecil, dan umumnya

pengeluaran ini sifatnya rutin.

3. Berdasarkan Pengaruh Manajemen Terhadap Biaya

a. Biaya Terkendali (Controllable Cost). Adalah biaya yang secara langsung

dapat dipengaruhi oleh seorang manajer tingkatan tertentu dalam jangka

waktu tertentu.

b. Biaya Tidak Terkendali (Uncontrollable Cost). Adalah biaya yang tidak dapat

dipengaruhi oleh seorang manajer atau pejabat tingkatan tertentu.

4. Karakteristik Biaya Dihubungkan Dengan Keluarannya

a. Biaya Engineered. Adalah elemen biaya yang mempunyai hubungan phisik

yang eksplisit dengan output.

b. Biaya Discretionary. Biaya ini disebut juga managed cost atau programmed

cost adalah semua biaya yang tidak mempunyai hubungan yang akurat

dengan output.

c. Biaya Commited atau biaya kapasitas. Adalah semua biaya yang terjadi

dalam rangka untuk mempertahankan kapasitas atau kemampuan organisasi

dalam kegiatan produksi, pemasaran dan administrasi.

5. Pengaruh Perubahan Volume Kegiatan Terhadap Biaya

a. Biaya Tetap. Yaitu biaya yang jumlah tidak dipengaruhi oleh perubahan

volume kegiatan sampai pada tingkatan tertentu. Biaya tetap perunit berubah

berbanding terbalik dengan perubahan volume kegiatan.

b. Biaya Variabel. Biaya variabel mengasumsikan hubungan linear antara biaya aktifitas tersebut. Biaya variabel yaitu biaya yang jumlah totalnya berubah secara sebanding dengan perubahan volume kegiatan, semakin besar volume kegiatan maka semakin besar pula jumlah total biaya variabel.

c. Biaya Semi Variabel. Yaitu biaya dimana jumlah totalnya berubah sesuai

dengan perubahan volume kegiatan, akan tetapi sifat perubahannya tidak

sebanding/proporsional.

6. Berdasarkan Objek yang dibiayainya

a. Biaya Langsung. Biaya yang terjadi atau manfaatnya dapat diidentifikasi

kepada objek atau pusat biaya tertentu.

b. Biaya Tidak Langsung. Biaya yang terjadi atau manfaatnya tidak dapat

diidentifikasi pada objek atau pusat biaya tertentu, atau biaya yang

manfaatnya dinikmati oleh beberapa objek atau pusat biaya.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 6, 2012 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: